Cara Menggunakan Indikator Bollinger Band

Bollinger Band merupakan salah satu indikator teknikal yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat volatilitas dan menentukan arah pergerakan trend
Foto Bollinger Band - Nurul Huda

Sangat sulit untuk memprediksi secara tepat arah pergerakan mata uang crypto yang sedang diperdagangkan dipasar, karena pergerakan harga mata uang crypto dipengaruhi oleh banyak faktor yang terjadi pada saat itu, sehingga anda membutuhkan teknik analisis yang tepat agar prediksi yang anda lakukan mendekati kebenaran. Salah satu teknik yang dapat anda gunakan untuk melihat arah pergerakan pasar selanjutnya adalah dengan menggunakan indikator Bollinger Band.

Mungkin ada yang bertanya apa Bollinger Band itu? Bollinger Band merupakan sebuah indikator yang berbentuk garis tengah (SMA) atas dan bawah atau yang disebut dengan garis Bollinger berikut contohnya:

Foto Contoh Garis Bollinger Band - Dokumen Inbizia

Agar supaya lebih jelas mari kita simak penjelasan dan cara penggunaan Bollinger Band dibawah ini.

Tentang Bollinger Band

Bollinger Band merupakan salah satu indikator teknikal yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat volatilitas dan menentukan arah pergerakan trend yang akan terjadi pada mata uang crypto.

Nama Bollinger Band sendiri diambil dari nama penemunya yaitu John Bollinger pada tahun 1960 dan indikator tersebut dikenal luas setelah ditulis oleh oleh Perry Kaufman dalam buku The New Commodity Trading Systems and Methods terbitan 1987.

Indikator Bollinger Band memiliki 3 garis band utama, yaitu middle band sebagai Simple Moving Average (SMA) dan upper Bollinger Band sebagai garis band yang berada di atas SMA serta lower Bollinger Band sebagai garis yang berada di bawah garis SMA.

Kelebihan dan Kekurangan Indikator Bollinger Band

Setiap indikator yang ada tentu memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri - sendiri tidak ada indikator yang sempurna semua adalah saling melengkapi, Nah berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan indikator Bollinger Band.

Kelebihan Indikator Bollinger Band
Bollinger Band memiliki kelebihan - kelebihan yang tidak dimiliki oleh indator lainnya diataranya adalah:

  1. Mampu mendeteksi berakhirnya suatu trend pasar.
  2. Dapat mengetahuhi terjadinya kondisi pasar sedang sideways.
  3. Mampu mendeteksi overbought.
  4. Dapat mengetahui oversold.
  5. Dapat digunakan untuk melihat momentum pola - pola seperti double top, double bottom, H & S, dan lain - lain.

Kekurangan Indikator Bollinger Band
Dengan kelebihannya seperti mampu mendeteksi kondisi pasar dan melihat momentum. Namun Indikator Bollinger Band juga memiliki kekurangan diantaranya adalah:

  1. Sering telat atau lambat memberikan informasi.
  2. Votalitas harga dapat bergerak melebihi garis bollinger band.

Cara Menggunakan Indikator Bollinger Band

Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa indikator Bollinger Band dapat digunakan untuk mengetahui volatilitas atau tingkat pergerakan harga mata uang crypto yang sedang terjadi pada pasar fisik aset kripto dan memperkirakan pergerakan harga selanjutnya.

Cara Mengukur Volatilitas Pasar dengan Indikator Bollinger Band

Untuk mengetahui volatilitas atau pergerakan harga pasar dengan menggunakan indikator Bollinger Band cukup mudah yaitu dengan melihat jarak antara garis upper dan lower band, apabila jaraknya melebar ke upper band maka harga sedang mengalami trend kenaikan sebaliknya jika jaraknya melebar ke lower band maka trend harga sedang mengalami penurunan.

Namun, jika volatilitas atau pergerakan pasar sedang rendah atau yang familiar dengan istilah sideways maka kedua jarak upper dan lower band yang akan semakin menyempit.

Cara Memperkirakan Pergerakan Harga Pasar Selanjutnya dengan Indikator Bollinger Band

Setelah mengetahui tingkat volatilitas atau pergerakan harga pasar mata uang crypto maka selanjutnya, bagaimana cara memperkirakan pergerakan harga selanjutnya dengan menggunakan indikator Bollinger Band? Berikut penjelasannya:

Cara Memperkirakan Pergerakan Harga Pasar Selanjutnya dengan Indikator Bollinger Band pada saat Kondisi Pasar sedang Uptrend dan Downtrend
Setelah mengetahui pergerakan harga pasar apakah sedang uptrend atau downtrend maka biasanya pasar akan meneruskan trend - nya saat itu.

Misalnya ketika pasar sedang dalam kondisi uptrend maka sebaiknya anda melakukan entry setelah harga melewati garis upper band dan sebaliknya jika pergerakan harga sedang mengalami downtrend maka sebaiknya anda melakukan entry setelah harga melewati garis lower band.

Foto Bollinger Band Uptrend - Dokumen Inbizia

Cara Memperkirakan Pergerakan Harga Pasar Selanjutnya dengan Indikator Bollinger Band pada saat Kondisi Pasar sedang Sideways
Aturannya tetap sama yaitu dengan cara melihat pergerakan harga pasar sebelumnya apakah masih uptrend atau downtren dan pergerakan harga selanjutnya biasanya akan meneruskan trend sebelumnya. Perbedaannya hanya pada saat entry saja. Ketika harga pasar sedang mengalami uptrend atau downtrend maka entry - nya setelah melewati garis band upper atau lower ketika sideways maka entry - nya pada garis band Middle (SMA).

Misalnya ketika harga sebelumnya berhasil menembus garis middle band (SMA) ke arah upper, maka dapat melakukan entry pada saat candle ditutup di atas middle band (SMA) dengan target close position (exit) ketika harga telah mencapai garis upper band. Sebaliknya ketika harga menembus garis middle band (SMA) ke arah lower, maka dapat melakukan entry saat candle ditutup di bawah middle band (SMA) dengan target close position (exit) ketika harga mencapai lower band.

Foto Bollinger Band Downtrend - Dokumen Inbizia

Demikian penjelasan singkat tentang indikator Bollinger Band, kelebihan dan kekurangannya dan sertai cara menggunakannya. Kedepan kalau InsyaAllah akan saya update tentang strategi - strategi penggunaan indikator Bollinger Band yang lain InsyaAllah.

Diperbolehkan bagi anda yang ingin menyalin artikel yang ada diblog ini dengan syarat menyertakan sumbernya. Blog anda tidak akan dihapus, deindex dan adsense anda tidak akan menerima keluhan hak cipta dari saya. Dan silahkan anda share artikel ini jika menurut anda bermanfaat. Terima kasih

Perhatian: Perdagangan aset kripto memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi. Saya sangat merekomendasikan anda untuk melakukan riset sebanyak mungkin dengan mempertimbangkan analisis teknis terkini, tren pasar dan pendapat para ahli sebelum anda memutuskan untuk berinvestasi pada aset kripto dan Pilihlah pasar fisik dan jenis kripto yang telah terdaftar di Bappebti serta Pertimbangankanlah aset keuangan lainnya.
Kami disini bukan sebagai penasehat keuangan dan kami tidak memaksa anda untuk melakukan transaksi membeli, menjual dan menyimpan aset kripto sebagai investasi / atau aksi mencari keuntungan lainya. Semua keputusan transaksi perdagangan aset kripto tersebut dan akibat yang akan timbul merupakan keputusan dan tanggung jawab independen anda sendiri.