Bad News BTC | China Larang Kembali Mata Uang Kripto

Ada yang bertanya tentang Bad News apa yang sedang melanda Bitcoin, (BTC) sehingga harganya terus mengalami crash sampai US $ 30.000?.
Foto Edit Ulang Nurul Huda

Ada yang bertanya tentang Bad News apa yang sedang melanda Bitcoin, (BTC) sehingga harganya terus mengalami crash sampai US $ 30.000?.

Penuran harga Bitcoin, (BTC) terjadi pada beberapa pekan terakhir terjadi karena ada banyaknya berita Bad News yang terus menerus melucuti Bitcoin, (BTC) misalnya penolakan Bank Central terhadap kebijakan El Savador, kembali ramainya Covid-19 di kawasan Asia dan adanya berita dari Negara China, Pemerintah kembali memanggil pejabat bank untuk mengulangi kembali larangannya terhadap layanan cryptocurrency.

Dalam perkembangannya Negara China akan melakukan segala cara untuk menutup celah yang masih tersisa dalam perdagangan kripto. Pada bulan Mei kemarin Negara China menyerukan akan mengambil tindakan keras terhadap aktivitas penambangan dan perdagangan Bitcoin, (BTC).

Mereka menyatakan bahwa kegiatan transaksi kripto dapat mengganggu ketertiban keuangan serta menimbulkan risiko kegiatan kriminal

Mengganggu ketertiban keuangan dan juga menimbulkan risiko kegiatan kriminal seperti transfer aset lintas batas ilegal dan pencucian uang. - Bank Central China.

Perusahaan keuangan China juga telah berjanji untuk meningkatkan inspeksi terhadap aktivitas transaksi kripto dan akan menutup aktivitas terkait. Dan mereka juga tidak akan menawarkan lagi pembukaan akun, kliring atau bantuan penyelesaian perdagangan kripto.

Bitcoin, (BTC) bertahan pada support terendah hari ini setelah pengumuman dari Negara China tersebut, pada hari selasa 22 Juni 2021 Bitcoin, (BTC) menyentuh harga US $ 30.000.

Ini tentu saja akan menyebabkan beberapa volatilitas jangka pendek, tetapi seharusnya tidak memiliki efek jangka menengah dan panjang untuk Bitcoin. - Antoni Trenchev, salah satu pendiri Nexo

Referensi:
https://www.bloomberg.com/news/articles/2021-06-21/china-s-pboc-orders-alipay-banks-not-to-assist-crypto-business