Seleksi Sumber Daya Manusia

Proses seleksi calon karyawan merupakan salah satu bagian yang terpenting dalam Manajemen Sumber Daya Manusia
Seleksi Sumber Daya Manusia

Proses seleksi calon karyawan merupakan salah satu bagian yang terpenting dalam Manajemen Sumber Daya Manusia, bagaimana tidak karena proses seleksi ini akan menimbulkan dampak yang signifikan terhadap pencapaian tujuan organisasi perusahaan.

Dari proses seleksi karyawan organisasi perusahaan memperoleh karyawan yang kompeten sesuai dengan Job Specifications dan Job Qualifications sehingga diharapkan mereka dapat menjalankan semua tugas / pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan. Simamora, (2004:203) menyatakan alasan mengapa seleksi sumber daya manusia itu penting. Beliau menyatakan ada tiga hal mengapa seleksi sumber daya manusia penting:

  1. Kinerja para manajer senantiasa tergantung pada kinerja anggota bawahannya. Anggota karyawan yang tidak memiliki skill / kemampuan bekerja akan berdampak terhadap kinerja manajer, dan yang demikian itu akan menyulitkan para manajer untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan.
  2. proses seleksi yang efektif sangat penting karena perekrutan dan pengangkatan karyawan membutuhkan biaya yang mahal, ada banyak tahapan yang harus dilalui seperti menentukan jod diskripsi, kualifikasi, penjaringan, pembelajaran dll. semua membutuhkan waktu dan biaya.
  3. Seleksi yang baik dan prosedural itu penting karena ada implikasi hukum dari pelaksanaannya. Legalisasi kesempatan kerja yang setara, ketentuan pemerintah, dan keputusan pengadilan mewajibkan perusahaan untuk secara sistematis mengevaluasi efektifitas prosedur seleksinya dalam rangka memastikan bahwa perusahaan tidak menjalankan praktik diskriminasi.

Definisi Seleksi menurut para Ahli

Dale Yoder (1981), menyatakan bahwa seleksi adalah proses ketika calon karyawan dibagi dua bagian, yaitu yang akan diterima atau yang ditolak.


Sunyoto (2012:108), menyatakan bahwa seleksi adalah proses pemilihan sekelompok orang atau pelamar yang sesuai dengan kriteria dan sesuai dengan kondisi yang diatur oleh organisasi perusahaan.


Mathis dan Jackson (2006: 261) menyatakan bahwa seleksi adalah proses pemilihan sekelompok orang atau individu yang memiliki kualifikasi yang dibutuhkan untuk mengisi lowongan pekerjaan pada sebuah organisasi / perusahaan.


Mulia Nasution, (2004: 2-3), menyatakan bahwa seleksi adalah proses untuk mengetahui tidak hanya kemampuan fisik pelamar saja, melainkan juga kemampuan berfikir, memecahkan masalah, atau psikologis seorang calon pelamar.


Sedangkan menurut Andrew E. Sikula, (dalam Mangkunegara 2002: 35) mendefinisikan seleksi sebagai: proses pemilihan, penyelidikan dan pengumpulan dari suatu pilihan. Proses seleksi melibatkan beberapa alternatif pilihan dengan mengutamakan / merujuk ke bagian objek yang dipilih. Dalam seleksi pegawai, secara khusus mengambil keputusan untuk membatasi jumlah pegawai yang dapat dikontrak kerjakan dari pilihan sekelompok calon-calon pegawai yang memiliki potensi).

Selecting is choosing. Any alection is a collection of things chosen. The selection process involves picking out by preference some objects or things from among others. In reference to staffing and employment, selection refers specifically to the deciation to hire a limited number of workers from a group of potential employees.

Tujuan utama dari proses seleksi karyawan adalah untuk mendapatkan sumber daya manusia yang mampu menjalankan tugas pekerjaannya untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan. Nitisemito, (1996:36) menyatakan bahwa tujuan dilakukannya proses seleksi adalah untuk mendapatkan: "The Right Man In The Right Place" Artinya organisasi perusahaan mendapatkan karyawan yang tepat di dalam posisi yang tepat pula. Untuk ebih detailnya tentang tujuan pelakasanaan seleksi karyawan adalah sebagai berikut:

  1. Untuk menjamin organisasi perusahaan memiliki karyawan yang tepat untuk suatu jabatan / pekerjaan.
  2. Untuk mendapatkan keuntungan melalui investasi SDM organisasi perusahaan.
  3. Untuk evaluasi apakah karywan yang bekerja sudah sesui penempatan.
  4. Untuk memberlakukan pelamar secara adil dan meminimalkan deskriminasi.
  5. Untuk meminimalisir tindakan buruk karyawan atau kejadian-kejadian yang seharusnya tidak terjadi.

Metode Seleksi Sumber Daya Manusia

Metode yang sering digunakan oleh organisasi untuk melakukan penyeleksian karyawan ada (2) dua yaitu metode non Ilmiah dan metode Ilmiah.

  • Metode non Ilmiah adalah proses seleksi yang dilakukan tampa didasari pada kriteria, standar atau spesifikasi yang dibutuhkan oleh organisasi perusahaan, proses seleksi jenis ini dilakukan hanya didasari oleh ramalan, perkiraan-perkiraan dan / atau pengalaman saja. Tampa mengikuti pedoman Job specifications dan Job qualifications.
  • Sedang Metode Ilimah adalah proses penyeleksiaan yang dilakukan melalui analisis yang cermat, mempersiapkan apa saja yang akan menjadi unsur-unsur penilaiaan / apa yang akan diseleksi untuk memperoleh karyawan yang memiliki skill / kompeten dan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Proses seleksi jenis dilakukan dengan berpedoman pada metode yang jelas dan sistematis, Job specifications dan Job qualifications yang dibutuhkan sudah jelas, berorientasi pada kebutuhan riil organisasi perusahaan, berorientasi pada karyawan yang memiliki prestasi kerja serta berpedoman pada undang-undang perburuhan yang berlaku.