Hukum Serah Terima Zakat Online

Hukum Serah Terima Zakat Online

Hukum Serah Terima Zakat Online
Kemajuan dunia teknologi khususnya media dan jejaring sosial, secara tidak langsung telah mempengaruhi kebiasaan dan perilaku seseorang, baik cara mereka melakukan interaksi sosial, bisnis dan bahkan cara mereka melakukan ibadah.
Dalam suasana pandemi Covid-19, dalam hal ini pemerintah khususnya berkewajiban untuk menjaga keselamatan seluruh warganya, tindakan yang ambil pemerintah terkait covid-19 diantara adalah melarang warganya melalukan interaksi sosial yang berlebihan, larangan mudik serta ibadah-ibadah yang sifatnya membuat masyarakat berkumpul.
Dari latar belakang tersebut munculah beberapa permasalahan dan pertanyaan terkait ibadah sesorang diataranya adalah, apakah boleh melakukan serah terima (ijab qabul) zakat melalui media sosial?
Boleh dan sah, jawaban ini merujuk kepada kitab is'aadur rafiq bahwa tulisan seseorang itu sama dengan ucapannya, jika tulisan sama dengan ucapanya maka dalam hal ini serah terima melalui tulisan khususnya media / jejaring sosial hukumnya boleh dan sah.

Sumber Referensi: Al-Habib Abdulah bin Husein bin Thahir, Is'adur Rafiq /105/2
ومنها كتابة ما يحرم النطق به قال في البداية لأن القلم احد اللسانين فاحفظه عما يجب حفظ اللسان منه : اي من غيبة وغيرها فلا يكتب ما يحرم به النطق به من جميع ما مر بلا جرم : اي شك بلا ضرره اعظم وادوم، فليصن الإنسان قلمه عن كتابه الحيل والمخادعات ومنكرات حادثات المعاملات. الموسوعة الفقهية : وقال الشافعية : إن الكتابة لو كانت بالصريح تعتبر كناية
Semoga artikel nurulhuda.id ini dapat memberikan manfaat, dan jangan lupa share ke media sosial ya! supaya sahabat kita yang lain juga mengetahuinya. Terima kasih