-->

Cara Melakukan Uji Regresi Linier dengan SPSS

Tutorial Analisis Regresi Linier

Pengertian Regresi

Berbicara tentang analisis regresi berarti berbicara tentang ketergantungan sebuah variabel atau lebih dengan variabel lain, variabel yang dapat menjelaskan (explanatory variables), maksudnya ialah meramalkan / menaksir nilai pada rata-rata hitung (mean).
Menurut Gujarati, (1999). Hampir seluruh kejadian (event) baik itu kejadian ekonomi maupun kejadian manajemen semuanya memiliki hubungan dan saling memengaruhi. Kejadian-kejadian tersebut dapat dinyatakan sebagai perubahan nilai variabel, misalnya variabel bebas (independen) dinamakan dengan (X) dan selanjutnya variabel terikat dependen dinamakan dengan (Y).
Analisis korelasi bertujuan untuk mengetahui kuatnya hubungan antara variabel independen / bebas (X) dan variable dependen terikat (Y), sedangkan analisis regresi bertujuan untuk mengetahui besarnya value pengaruh secara kuantitatif dari perubahan nilai variable bebas (X) terhadap perubahan nilai Variabel terikat (Y). maksudnya disini adalah nilai variabel bebas (X) dapat memprekirakan / memprediksi nilai variabel (Y).
Jenis-jenis regresi
Dalam analisis regresi terbagi menjadi dua (2) jenis, yaitu: Regresi linier atau non linier sederhana dan Regresi linier atau nonlinier berganda.
Regresi linier sederhana ialah suatu metode pendekatan yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara satu variabel bebas (X) dan satu variabel terikat (Y). Model analisis regresi linier sederhana dapat dirumuskan dengan:
//Rumus Model Regresi Linier Sederhana

Y = α + ßX + e
Keterangan:

 No Rumus Keterangan
 1 Y variabel terikat (dependen) pada uji regresi linier sederhana
 2 α konstanta
 3 ß koefisien regresi
 4 X variabel bebas (independen) pada uji regresi linier sederhana
 5 e residual / error

Contoh:
Variabel Y = Hasil penjualan
Variabel X = Iklan
Y = α + ßX = 0,25 + 0,4X artinya, jika variabel bebas (X) naik satu satuan maka variabel terikat (Y) naik 0,65 satu satuan.

Kegunanaan dan Persyaratan

Kegunanaan analisis regresi linier sederhana sebagai berikut:
  1. Regresi linier sederhana bisa digunakan untuk memprediksi besarnya nilai (value) variabel dependen (Y).
  2. Regresi linier sederhana bisa digunakan mengukur seberapa besar pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).
Persyaratan yang harus dipenuhi dalam analisis regresi linier sederhana sebagai berikut:
  1. Persyaratan yang pertama ialah regresi linier memiliki Eksogenitas yang rendah / lemah, perlu diketahu bahwa dalam analisis uji regresi linier sederhana memiliki syarat bahwa variabel bebas (X) bersifat tetap (fixed), sementara variabel terikat (Y) bersifat acak / random.
  2. Persyaratan selanjutnya ialah Lulus uji Linieritas, seperti penjelasan-penjelasan sebelumnya bahwa dalam analisis regresi bersifat itu linier. Maksudya ialah ketika variabel bebas (X) mengalami kenaikan maka harus diikuti secara proporsional oleh kenaikan variabel terikat (Y).
  3. Varians errornya konstan, ini menjelaskan bahwa varians error atau varians residual yang tidak berubah-ubah pada respon yang berbeda.
  4. Persyaratan yang terakhir ialah Lulus uji Autokorelasi, untuk data-data time series atau data-data yang disusun berdasarkan urutan waktu, jika Teknik yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana, maka ada satu persyaratan / asumsi yang harus dipenuhi yaitu asumsi autokorelasi.
Analisis regresi linier berganda ialah sebuah model regresi linear yang memiliki lebih dari satu seperti dua (2), tiga (3) dan seterusnya variable bebas atau predictor (multiple linear regression)
Perbedaan regresi linier sederhana dengan regresi linier berganda seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa regresi linear berganda memiliki jumlah variable bebas (independen) lebih dari satu atau variable bebas (independen) hanya ada satu tetapi memiliki variabel terikat (dependen) lebih dari satu, missal dua (2), tiga (3) dan seterusnya maka yang demikian tersebut disebut dengan regresi linear berganda. Model regresi linear berganda dirumuskan dengan persamaan linier bergandan sebagai berikut:
//Rumus Model Regresi Linier Berganda

Y = α + ß1 X2 + ß2 X2 + ßn Xn + e
Keterangan:

 No Rumus Keterangan
 1 Y variabel terikat (dependen) pada uji regresi linier berganda (multiple linear regression)
 2 α konstanta
 3 ß koefisien estimate
 4 X variabel bebas (independen) pada uji regresi linier berganda (multiple linear regression)
 5 e residual / error

Sebelum melakukan uji analisis regresi, lakukanlah uji analisis korelasi terlebih dahulu untuk meyakinkan apakah memang ada korelasi variabel (X) dan (Y). Jika variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) tidak memiliki korelasi maka uji analisis regresi tidak perlu dilanjutkan karena secara teknis jika tidak ada korelasi antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y), maka variabel bebas (X) tidak bisa memprediksi variabel terikat (Y), dengan demikian variabel bebas (X) tidak memiliki pengaruh terhadap variabel terikat (Y).
Berikut ini adalah Tutorial uji analisis regresi linier sederhana dan analisis linier berganda menggunakan bantuan software Statistical Package for the Social Sciences SPSS

Cara Melakukan Uji Regresi Linier Sederhana dengan SPSS

Cara Melakukan Uji Regresi Linier Berganda dengan SPSS

Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan jangan lupa dishare ke media sosial ya agar sahabat kita yang lain juga mengetahuinya. Terima kasih

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar