-->

Komunikasi dalam Organisasi

Komunikasi dalam Organisasi
Dalam Manajemen sering kali terjadi terkait masalah ketidak efektifnya sebuah komunikasi. Padahal menurut hasil riset yang telah dilakukan oleh para ahli mengisaratkan pentingnya sebuah komunikasi yang efektif. untuk para manajer puncak, lini dan pemimpin lainnya setidaknya mempunyai dua (2) alasan mengapa komunikasi itu penting.
  1. Melalui Komunikasi seluruh proses manajemen seperti fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengarahan dan pengawasan dapat dicapai.
  2. Seluruh kegiatan para manajer puncak, lini dan pemimpin lainnya Melalui proses komunikasi dalam meenjalankan tugas-tugas mereka. Sebuah Informasi harus dikomunikasikan dengan baik kepada mitra dan bawahannya, selain itu memiliki dasar perencanaan, rencana-rencana tersebut tentunya harus dikomunikasikan dahulu kepada pihak-pihak lain agar rencananya dapat dilaksanakan dengan baik.
Dalam sebuah pengorganisasian komunikasi yang efektif sangat diperlukan, misalnya mengkomunikasikan dengan bawahan tentang penugasan, delegasi wewenang, pengarahan dan lain sebagainya. kegiatan tersebut mengharuskan seorang manajer atau pemimpin untuk melakukan komunikasi kepada bawahannya, agar supaya tujuan organisai dapat dicapai secara baik.
Sebenarnya sebuah komunikasi baik itu yang tertulis maupun tidak seperti ucapan / lisan adalah bagian esensi dari pelaksanaan fungsi pengawasan.
Komunikasi bagi seorang manajer / pemimpin adalah sebuah keniscayaan. Karena, melalui komunikas seorang manajer / pemimpin dapat melaksanakan fungsi-fungsi manajemen dengan baik. Selain itu, karena hampir keseluruhan waktunya seorang manajerial / pimpinan dicurahkan untuk kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan komunikasi. sangat jarang sekali seorang manajer bahkan hampir tidak ada seorang manajer yang bekerja dibelakang meja sendiri tampa berkomunikasi. Karena memang kenyataannya demikian, waktu seorang manajerial / pimpinan dihabiskan untuk berkomunikasi, baik itu komunikasi tatap muka (langsung) atau melalui media lainnya seperti telepon seluler, sms, telegram, website dll. (tidak langsung) dengan bawahannya, rekan sejawat, pemasok, distributor dan seterusya.

Pengertian Komunikasi

Dalam ilmu manajemen istilah komunikasi mungkin masih relatif baru. Bahkan dahulu Komunikasi itu bukan bagian yang terpenting dari manajemen sampai akhirnya pada tahun 1940-an dan awal 1950-an. Tetapi, seiring berjalanya waktu membuat para pelaku organisasi semakin sadar bahwa dalam pendekatan hubungan manusiawi komunikasi yang efektif sangat diperlukan dalam sebuah organisasi ditambah dengan munculnya para ahli perilaku terus menerus melakukan riset-riset terkait komunikasi, dan hasilnya menunjukan bahwa komunikasi menjadi bagian terpenting dalam manajemen. Tetapi yang perlu diketahui bagaimanapun juga, komunikasi hanya merupakan sebuah alat (tool) manajemen yang dirancang untuk mencapai tujuan organisasi dan bukan penilaian hasil akhir dalam komunikasi itu sendiri.
Komunikasi merupakan proses pepindahan pengertian dalam wujud gagasan, ide atau informasi dari individu ke individu lain. Perpindahan pengertian tersebut melibatkan lebih dari sekedar kata-kata yang digunakan dalam percakapan, tetapi juga meliputi mimik wajah (ekspresi), intonasi kata yang muncul, titik jeda vokal dan lain sebagainya. Dan perpindahan komunikasi yang efektif tersebut juga membutukan tidak hanya sekedar transmisi data, akan tetapi seseorang yang mengirimkan berita dan menerimanya sangat tergantung pada ketrampilan-ketrampilan tertentu. (missal menulis, membaca, mendengar, berbicara dan lain sebagainya) agar pertukaran informasi yang dilakukan sukses / berhasil.

Proses Komunikasi

Komunikasi Antar Pribadi
Model proses komunikasi yang paling sederhana adalah sebagai berikut:

Pengirim -> Berita -> Penerima

Komunikasi dalam Organisasi
Keseluruhan faktor yang sudah dibahas dalam model komunikasi pribadi diatas, sebenarnya juga dapat diterapkan kedalam komunikasi organisasi. Komunikasi yang efektif, sebenarnya menyangkut pada permasalahan penyampaian pesan individu kepada individu lain secara tepat dan akurat. Hanya saja yang membedakanya antara komunikasi pribadi dengan komunikasi dalam organisasi ialah tingkat efektifitasnya, komunikasi dalam sebuah organisasi dipengaruhi oleh banyak faktor. Raymond V. Lesikar, menyatakan bahwa terdapat empat (4) faktor yang dapat mempengaruhi efektifitas sebuah komunikasi didalam organisasi, yaitu:
  1. Saluran komunikasi formal.
  2. Struktur organisas.
  3. Spesialisasi jabatan, dan
  4. Apa yang disebut Lesikar sebagai (pemilikan informasi).

Saluran Komunikasi dalam Organisasi 

Agar memperoleh pemahaman yang baik terkait komunikasi dalam organisasi sebenarnya dapat diperoleh melalui cara / mempelajari arah-arah dasar gerakan komunikasi yang terlihat dan melalui saluran-saluran komunikasi. Model saluran-saluran dasar komunikasi ada tiga (3) yaitu komunikasi vertikal, lateral atau horizontal dan diagonal.
  1. Komunikasi vertikal, model komunikasi ini adalah komunikasi ke atas dan komunikasi ke bawah sesuai instruksi / instrupsi (perintah). Jika saluran komunikasinya ke bawah (down ward communication) misalnya komunikasi dari manajemen puncak kemudian terus mengalir sampai ke bawah sampai ke karyawan paling bawah. Artinya dapat dipahami tujuan komunikasi ke bawah ialah untuk memberi informasi, arahan / nasehat dan lain sebagainya kepada bawahan.
  2. Komunikasi Lateral atau yang lebih dikenal dengan komunikasi Horizontal ialah komunikasi yang dilakukan oleh para anggota organisasi dalam kelompok kerja yang sama. Misalnya komunikasi yang oleh para manajer departemen ke departemen lainya pada tingkatan organisasi yang sama.
  3. Komunikasi diagonal ialah komunikasi yang bentuknya memotong / menyilang. Komunikasi ini sering terjadi misal dari hasil hubungan departemen lini dengan departemen staf. Kenapa komunkasi yang dinamakan komunkasi diagonal Karena hubungan mereka yang ada dalam departemen lini dan staf dapat berbeda, tentunya komunikasi tersebut akan membentuk beberapa komunikasi diagonal yang berbeda-beda pula.

Pedoman Komunikasi yang Baik

Asosisiasi manajemen amerika AMA (American Management Associations) menawarkan sejumlah prinsip-prinsip komunikasi yang baik dan efektif yang dikenal dengan sebutan "the ten (10) Commandments of Good Communication" (sepuluh pedoman komunikasi yang baik dan efektif). Pedoman-pedoman komunikasi tersebut disusun oleh AMA (American Management Associations) untuk meningkatkan efektifitas komunikasi dalam sebuah organisasi, pedonaman komunikasi tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Mencari kejelasan gagasan-gagasannya dahulu sebelum dikomunikasikan ke individu / organisasi lain.
  2. Meneliti tujuan setiap komunikasi.
  3. Memperhatikan dan menimbang keadaan fisik dan manusia keseluruhan kapan waktu komunikasi yang tepat untuk dilaksanakan.
  4. Sebelumnya konsultasikanlah terlebih dahulu kepada atau dengan pihak-pihak lain, bila diperlukan, muatlah dalam perencanaan komunikasi.
  5. Selalu memperhatikan tekanan intonasi nada dan ekspresi mimic wajah dan lainnya sesuai isi dasar berita selama melakukan berkomunikasi.
  6. Mengambil kesempatan, yang muncul, untuk mendapatkan feed back / umpan balik.
  7. Mengikuti lebih lanjut terkait dengan komunikasi yang telah dilaksanakan.
  8. Memperhatikan konsistensi komunikasi.
  9. Sebuah tindakan / perbuatan harus mendorong komunikasi.
  10. Menjadi pendengar yang baik, berkomunikasi bukan hanya untuk dimengerti tetapi juga harus mengerti.
Pedoman atau Prinsip-prinsip komunikasi yang telah di susun oleh AMA (American Management Associations) setidaknya mampu memberikan panduan / pedoman para manajer / pimpinan dalam meningkatkan efektifitas komunikasinya.
Sumber Rujukan
  1. T. Hani Handoko, Manajemen
Semoga artikel Nurul Huda ini dapat memberikan manfaat, dan jangan lupa share ke media sosial ya! supaya sahabat kita yang lain juga mengetahuinya. Terima kasih

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar