-->

Fungsi Pelaksanaan dalam Manajemen

Fungsi Pelaksanaan dalam Manajemen
Pelaksanaan merupakan salah satu dari fungsi manajemen, dan tujuan dari fungsi pelaksanaan adalah merealisasikan perencanaan dan pengorganisasian yang telah ditetapkan. Tugas dari fungsi pelaksanaan adalah mengarahkan atau menggerakkan dan mendayagunakan seluruh sumber daya yang ada dalam menjalankan aktivitas tugas pekerjaan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan (goal) organisasi yang ditetapkan. Di dalam Al-Qur'an Surat Ali Imron Ayat: 104 Allah SWT berfirman:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya: Dan hendaklah ada diantara kamu (segolongan) umat yang mengajak pada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali-Imron: 104)

Ayat tersebut menjelaskan agar supaya umat manusia khususnya umat muslim untuk selalu berpegang teguh pada jalan yang benar dengan cara mengajak atau menyerukan kebajikan dan menjauhi hal-hal yang dilarang (kemunkaran). Di dalam Al-Quran Surat Al-Kahfi Ayat: 2 Allah SWT berfirman:

قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا
Artinya: (Sebagai bimbingan) yang lurus, untuk memberi peringatan (kepada siapapun tentang adanya) azab yang sangat keras dari sisi-Nya, dan menyampaikan kabar gembira kepada orang-orang mu’min yang (selalu) mengerjakan amal-amal saleh, bahwa bagi mereka ganjara yang baik. (QS. Al-Kahfi: 2)

Pada Al-Quran Surat Al-Kahfi Ayat 2 tersebut terdapat beberapa kalimat yang merupakan pokok dari fungsi pelaksanaan (actuating) dalam manajemen yaitu pada kalimat qoyyiman, yundziro, dan kalimat yubasyyiru. Seorang manajer atau pimpinan harus dapat memberikan bimbingan atau tauladan yang baik kepada bawahannya dalam upaya menciptakan iklim atau budaya kerjasama tim dalam mencapai tujuan (goal) organisasi, dan seorang manajer atau pimpinan harus tegas dalam memberikan peringatan terhadap sesuatu yang berpotensi menimbulkan kegagalan karena tidak terlaksanakannya pekerjaan sebagaimana yang telah direncanakan. selain mampu memberikan tauladan dan peringatan seorang manajer atau pimpinan harus legowo atau lapang dada untuk memberikan apresiasi atas keberhasilan yang dicapai oleh bawahannya. Di dalam sebuah Hadits Rasulullah SAW bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari sebagai berikut:

مَثَلُ القَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ وَالوَاقِعِ فِيهَا كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلاَهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا فَكَانَ الَّذِينَ فِي أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ المَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ فَقَالُوا لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِي نَصِيبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيعًا
Artinya: Perumpamaan orang yang mematuhi peraturan-peraturan Allah dengan orang-orang yang melanggarnya adalah seperti segolongan orang yang mengundi (untuk) naik kapal. Sebagian orang memperoleh tempat di bagian atas, dan sebagian lagi dibagian bawah. Orang-orang yang menempati bagian bawah itu, jika hendak mengambil air terpaksa melewati orang-orang yang diatas. Kata mereka “Bagaimana kalau kita tembus saja lobang air di tempat kita sehingga kita tidak perlu merepotkan orang-oang diatas? Jika orang-orang yang berada diatas tadi menyetujui rencana tadi, celakalah mereka. Dan jika mereka melarang, mereka akan tertolong, dan semua isi kapal akan selamat. (HR. Bukhari)

Hadits yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari tersebut diatas memiliki hubungan dengan fungsi pelaksanaan (actuating) dalam hadits tersebut menegaskan bahwa dalam pelaksanaan tugas antara individu dengan individu lainnya harus saling menghormati dan saling mengingatkan agar tujuan (goal) organisasi dapat berjalan secara efektif dan efisien. Di dalam Hadits yang lain Rasulullah SAW bersabda sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam Muslim sebagai berikut:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي أُبْدِعَ بِي فَاحْمِلْنِي فَقَالَ مَا عِنْدِي فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللهِ أَنَا أَدُلُّهُ عَلَى مَنْ يَحْمِلُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Artinya: Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw dan berkata: tungganganku (kendaraanku) tidak bisa digunakan lagi, bawalah aku dengan kendaraanmu! Rasulullah menjawab: saya tidak memiliki (tunggangan) kendaraan. Kemudian ada seorang laki-laki yang menyahut dan berkata: Rasulullah saya akan menunjukkan padanya kepada orang yang bisa membawanya (mengangkutnya). Rasulullah SAW pun berkata: barang siapa yang menunjukan suatu kebaikan, maka ia akan mendapat pahala sama dengan pahala orang yang melakukan kebaikan itu. (HR. Muslim)

Hadits yang diriwayatkan oleh imam muslim tersebut diatas menegaskan tentang keutamaaan seseorang yang mampu memberikan arahan atau petunjuk kepada yang lainnya dalam hal kebaikan. Hadits tersebut juga memberikan sebuah motivasi untuk selalu saling mengarahkan dan saling membantu kepada yang lainnya. 

Pengertian Pelaksanaan

Secara bahasa pelaksanaan adalah pengarahan atau dengan kata lain pergerakan pelaksanaan, sedang pengertian secara istilah pelaksanaan (actuating) adalah mengarahkan seluruh sumber daya agar dapat bekerja sama dalam mencapai tujuan organisasi. sedangkan menurut para ahli pengertian pelaksanaan adalah sebagai berikut:
Menurut George R. Terry, Pelaksanaan adalah menempatkan seluruh anggota tim agar mereka secara sadar dapat bekerja sesuai dengan perencanaan dan pola organisasi dalam mencapai tujuan (goal) yang telah ditetapkan.
Menurut Prof. Dr. Mr. S. Prajudi Atmosudirdjo, Pelaksanaan adalah Pengaktifan orang-orang sesuai dengan rencana dan pola organisasi yang telah ditetapkan.
Menurut Prof. Dr. H. Arifin Abdurrachman, MPA, Pelaksanaan adalah Kegiatan manajemen untuk membuat individu-individu lain suka dan dapat bekerja.
Sedangkan menurut Prof. Dr. Sondang S. Siagian, MPA Penggerakan adalah semua proses pemberian motivasi bekerja oleh atasan kepada para bawahan, sehingga para bawahan dapat dan mau bekerja secara ikhlas dalam mencapai tujuan (goal) organisasi dengan cara yang efisien dan ekonomis.
Dari beberapa definisi yang telah diungkapkan oleh para ahli diatas dapat disarikan bahwa Pelaksanaan (actuating) adalah proses mengimplementasikan tujuan organisasi atau perusahaan dengan berpedoman pada perencanaan (planning) dan usaha pengorganisasian (organizing) dengan cara yang efektif dan efisien.

Fungsi Pelaksanaan

Fungsi pelaksanaan (actuating) sebenarnya lebih menekankan pada kegiatan-kegiatan yang berkaitan langsung dengan sumber daya yang ada dalam sebuah organisasi. Sebaik apapun dari perencanaan dan pengorganisasian sebuah organisasi atau perusahaan apabila tidak dibarengi dengan pelaksaan tidak akan memiliki makna /arti. Menurut James Stoner, 1993 fungsi dari pelaksanaan adalah sebagai berikut:
  1. Mewujudkan proses dari kepemimpinan, pemberian motivasi dan bimbingan kepada seluruh sumber daya manusia agar dapat dan mau bekerja dengan cara efektif dan efisien guna mencapaian tujuan.
  2. Pendelegasian tugas dan wewenang serta memberikan penjelasan secara rutin terkait dengan pekerjaan.
  3. Menjelaskan peraturan dan kebijakan.
  4. Proses memastikan bahwa program-program yang ditetapkan dapat dijalankan oleh seluruh seluruh sumber daya yang ada dalam organisasi serta
  5. Proses pemberian motivasi agar seluruh sumber daya dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi. 
Menurut Azwar, 1996 tujuan fungsi pelaksanaan (actuating) adalah sebagai berikut:
  1. Mewujudkan kerja sama tim yang lebih efisien.
  2. Meningkatkan skill dan ketrampilan staf.
  3. Menciptakan kesadaran rasa memiliki dan menyukai pekerjaan.
  4. Menciptakan iklim atau suasana lingkungan kerja yang penuh motivasi dan prestasi kerja staf.
  5. Mengimplementasikan organisasi agar berkembang secara dinamis.
Dari beberapa penjelasan oleh para ahli tersebut tentang fungsi perencanaan dapat disarikan bahwa yang paling berperan dalam pencapaian tujuan sebuah organisasi atau perusahaan tersebut adalah seorang manajer atau pimpinan, karena seorang manajer atau pimpinanlah yang selalu mengusahakan bagaimana produktivitas organisasi selalu meningkat, dan cara yang dapat dilakukan oleh seorang manajer atau pimpinan adalah dengan memberikan pelatihan, motivasi dan pemberian reward agar supaya bawahannya lebih bersemangat dalam bekerja mencapai tujuan organisasi.

Prinsip-prinsip Pelaksanaan

Pelaksanaan (actuating) dalam manajemen ini memiliki sifat yang sangat kompleks karena selain berhubungan dengan sumberdaya manusia dan non manusia, pelaksanaan juga erat hubungannya dengan karakteristik atau tingkah laku dari sumber daya itu sendiri. Sumber daya Manusia dengan berbagai karakteristik dan tingkah lakunya, tentunya mempunyai cara pandangan serta pola hidup yang berbeda-berbeda pula. Maka dari itu, pengarahan / pelaksanaan yang dilakukan oleh seorang manajer atau pimpinan harus berpegang pada prinsip-prinsip pelaksanaan. Menurut Haris, pelaksaaan yang dilakukan oleh seorang manajer atau atasan harus berpegang pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
  1. Prinsip mengarah pada tujuan, karena pada dasarnya semakin efektif proses dari pengarahan, maka akan semakin besar peluang sumbangsih bawahan terhadap usaha mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.
  2. Prinsip keharmonisan dengan tujuan, dengan berbagai keinginan dan kebutuhan bawahan tentu keinginan dan kebutuhan tersebut tidak mungkin sama dengan tujuan organisasi atau perusahaan. Prinsip ini menekankan cara pemberian motivasi kepada setiap individu bawahan. Dengan mendapatkan motivasi yang baik akan meningkatkan kesadaran individu-individu tersebut. Keinginan dan kebutuhannya akan dapat terpenuhi jika mereka mau giat bekerja pada saat waktu mereka giat melaksanakan pekerjaan secara tidak langsung mereka telah menyumbangkan skill atau kemampuan dan keterampilannya untuk mencapai tujuan dari sebuah organisasi atau perusahaan.
  3. Prinsip kesatuan komando, dengan prinsip ini arah dan tujuan bawahan dapat disatukan serta dengan prinsip ini pula kesalahan dan pertentangan dapat diminimalisir. 
Sedangkan menurut Kurniawan, prinsip-prinsip dalam pelaksanaan (actuating) adalah sebagai berikut:
  1. Memperlakukan bawahan dengan cara baik.
  2. Mensupport perkembangan dan pertumbuhan manusia.
  3. Memotivasi agar bawahan memiliki keinginan yang lebih.
  4. Menghargai sebuah hasil.
  5. Menjunjung tinggi keadilan.
  6. Memberikan bantuan dan peluang serta kesempatan kepada bawahan.
  7. Mensupport bawahan untuk senantiasa mengembangkan potensinya. 
Di dalam Al-Quran Surah Al-Anfal ayat: 64 Allah SWT berfirman:

الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Artinya: Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa fitnah atau ditimpa adzab yang pedih. (QS. Al-Anfal: 64)

Selanjutnya Di dalam Al-Quran Surah Ali-Imron ayat: 103 Allah SWT berfirman:

وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوَٰنًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Artinya: Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS. Ali-Imron: 103)

Dan di dalam Al-Quran Surah An-Nur ayat: 63 Allah SWT berfirman:

لَا تَجْعَلُوا دُعَاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاءِ بَعْضِكُمْ بَعْضًا ۚ قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ الَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنْكُمْ لِوَاذًا ۚ فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Artinya: Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (QS. An-Nur: 63)

Elemen-elemen Pelaksanaan

Ada beberapa elemen pelaksanaan atau actuating dalam manajemen diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Coordinating, adalah fungsi ini harus dilakukan oleh manajer atau pimpinan agar proses komunikasi dan perbedaan kepentingan dapat disesuaikan sehingga apa yang menjadi tujuan sebuah organisasi dapat tercapai. (George. R. Terry, 1986 dalam Simanjutak 2010)
  2. Motivating, dengan pemberian motivasi yang baik kepada bawahan maka kinerja para bawahan dalam sebuah organisasi dapat berjalan secara optimal, pemberian motivasi ini dapat berupa pemberian fasilitas kerja, gaji, tunjangan dan lain-lain. (George. R. Terry, 1986 dalam Simanjutak 2010)
  3. Communication, dengan komunikasi yang baik antara manajer atau pimpinan dengan bawahan maka akan menciptakan iklim, budaya dan suasana kerja yang kondusif pada organisasi dan dengan komunikasi yang baik akan menciptakan soliditas teamwork organisasi. (George. R. Terry, 1986 dalam Simanjutak 2010).
  4. Commanding, Dengan adanya pengarahan yang baik dari manajer atau pimpinan dan dengan adanya visi, misi dan tujuan yang jelas dapat memberikan dampak yang positif bagi sebuah organisasi selain itu juga dapat menciptakan sebuah decision maker yang baik sehingga tujuan (goal) organisasi dapat dicapai secara efektif dan efisien. (Prajudi Atmosudirdjo, 1982 dalam Simanjutak 2010),
Menurut G.R. Terry Fungsi Pelaksanaan (actuating) dapat disingkat dan diringkas kedalam lima (5) sub fungsi manajemen, yakni: communicating, leading, directing, motivating, dan facilitating. (George. R. Terry, 1986 dalam Simanjutak 2010). 

Tahapan-tahapan Pelaksanaan

Proses tahapan-tahapan dalam Pelaksaan (actuating) dapat diklasifikasikan kedalam tiga (3) tahap, yaitu:
  1. Memberikan inspirasi, motivasi atau dorongan dalam upaya menimbulkan kesadaran untuk bekerja lebih giat penuh semangat dan sesuai dengan harapan dalam mencapai tujuan organisasi. (Nuraida, 2008 dalam Dalimunte, 2006) misalnya dengan memberikan reward untuk memotivasi para bawahan semakin besar hasil yang dikerjakan oleh bawahan tersebut maka semakin besar reward yang didapat. (Pintauli, 2003)
  2. Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mendapatkan pengembangan diri melalui pemberian pendidikan dan pelatihan. (Nuraida, 2008)
  3. Memberikan Pengarahan yang jelas (directing atau commanding), maksudnya adalah petunjuk-petunjuk, pedoman-pedoman dan peraturan disampaikan kepada bawahan dengan cara yang benar, jelas dan tegas

Teknik-Teknik Pelaksanaan

Menurut Azwar, 1996 teknik-teknik pelaksanaan yang efektif adalah sebagai berikut:
  1. Memberikan penjelasan kepada seluruh sumber daya yang ada di dalam organisasi, mengenai visi misi dan tujuan organisasi yang harus dicapai.
  2. Setiap individu harus menyadari, memahami serta menerima dengan baik apa yang telah menjadi tujuan organisasi tersebut.
  3. Manajer atau pimpinan harus menjelaskan kebijakan-kebijakan dan peraturan organisasi.
  4. Setiap individu harus memahami dan mengerti tentang struktur dalam organisasi tersebut.
  5. Setiap individu harus mampu melaksanakan tugas yang telah didelegasikan dengan baik.
  6. Membangun teamworking yang solid.
  7. Memperlakukan bawahannya dengan layak dan adil.
  8. Memberikan apresiasi serta reward kepada bawahan yang berprestasi dan memberikan bimbingan, teguran dan punisment kepada bawahan yang melakukan kesalahan.
  9. Meyakinkan setiap individu bahwa dengan bekerja baik tentu tujuan pribadi individu tersebut akan dapat tercapai.
Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan jangan lupa dishare ke media sosial ya agar sahabat kita yang lain juga mengetahuinya. Terima kasih

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar