-->

Dasar Hukum Penetapan Awal Ramadhan dan 1 Syawal dengan Ru'yatul Hilal

Ruyatul Hilal

Hadits Nabi Muhammad SAW yang menerangkan bahwa penetapan Awal Ramadhan dan satu (1) Syawal berpedoman pada melihat hilal (Ru'yatul Hilal)
عَنِ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ - مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Artinya: Di riwayatkan dari Ibnu Umar rodliyallohu 'anhuma, ia berkata: Aku mendengar Rosululloh Saw bersabda: Ketika kalian melihat hilal Ramadhan maka Berpuasalah dan ketika melihat hilal Syawal maka berhentilah berpuasa dan apabila terhalang awan maka kira-kirakanlah. (Muttafaq 'alaihi)
Menurut hadits yang di riwayatkan oleh Imam muslim di katakan:
لا تصوموا حتى تروا الهلال ولا تفطروا حتى تروه فإن أغمي عليكم فاقدروا له
Artinya: Janganlah berpuasa hingga kalian melihat hilal dan jangan pula berhenti berpunsa hingga melihat hilal dan jika cudca berawan, maka kira-kirakanlah (menjadi 30 hari). (HR. al-Muslim)
Menurut hadits yang di riwayatkan oleh al-Bukhori di katakan:
فلا تصوموا حتى تروه فإن غم عليكم فأكملوا العدة ثلاثين
Artinya: Janganlah berpuasa sehingga kalian melihat hilal dan apabila terhalang awan, maka sempurnakanlah bilangan (bulan) menjadi 30 hari. (HR. al-Bukhori)
Di riwayatkan dari Abu hurairoh rodliyallohu 'anhu, Rosululloh Saw bersabda:
صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته فإن غم عليكم الهلال فأكملوا عدة شعبان ثلاثين يوما
Artinya: Berpuasalah karena melihat hilal dan berhentilah berpuasa karena melihat hilal, dan jika tertutup awan, maka genapkanlah bilangan bulan Sya'ban menjadi 30 hari.

Kesimpulan
Penentuan 1 Ramadhan dan 1 Syawal berdasarkan hadits di atas harus berpegang kepada hasil ru'yah. Dan jika ternyata tidak ada yang berhasil melihat hilal (bulan sabit), karena tertutup awan (misalnya), maka harus menyempurakan bilangan bulan menjadi 30 hari.
تراءى الناس الهلال فأخبرت رسول الله صلى الله عليه وسلم أني رأيته فصامه وأمر الناس بصيامه
Artinya: Para manusia telah melihat hilal, kemudian aku khabarkan kepada Nabi Saw, sesungguhnya aku telah melihat hilal, lalu beliau berpuasa dan memerintahkan para manusia untuk berpuasa.

Kesimpulan
Dengan berpedoman hadits ini, berarti kesaksian Hilal Ramadhan Sudah di anggap cukup meskipun hanya di lakukan oleh satu orang Saksi, Terbukti, ketika Ibnu Umar menyampaikan berita Hilal kepada Nabi Saw, maka beliau pun menerima kesaksian itu, lalu berpuasa dan memerintahkan para manusia untuk mengerjakan puasa.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ إِنِّي رَأَيْتُ الْهِلاَلَ فَقَالَ: أَتَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ؟ قَالَ: نَعَمْ ، قَالَ: أَتَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ؟ قَالَ: نَعَمْ ، قَالَ يَا بِلاَلُ أَذِّنْ فِي النَّاسِ فَلْيَصُومُوا غَداً
Artinya: Di riwayatkan dari Ibnu Abbas rodliyallahu 'anhuma, sesungguhnya seorang A'robiy datang kepada Nabi Saw, lalu berkata: Sungguh aku telah melihat hilal, Nabi bertanya kepadanya: Adakah engkau bersaksi, sesungguhnya tiada tuhan selain Allah?, Berkata A'robi: Ya Nabi bertanya: Adakah engkau bersaksi Sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah?, Berkata A'robi Ya Nabi bersabda: Wahai Bilal, beritahukan kepada para manusia, Supaya besok mereka berpuasa.

Kesimpulan
Kesaksian melihat hilal di dalam menetapkan awal bulan Ramadhan, dicukupkan satu orang Saksi, terbukti ketika seorang A'robi melapor kepada Nabi Saw perihal ru'yatul-hilal, kesaksian tersebut di terima, Namun, dengan sangat gamblang dalam hadits tersebut dijelaskan, bahwa syarat seorang Saksi harus orang islam, yakni telah mengucapkan dua kalimah syahadat.
Dalam riwayat lain di sebutkan:
صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته فإن غم عليكم فأكملوا عدة شعبان ثلاثين يوما إلا أن يشهد شاهدان
Artinya: Berpuasalah karena melihat hilal dan berhentilah berpuasa karena melihat hilal, Dan apabila terhalang awan, maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya'ban menjadi 30 hari, kecuali ada dua orang Saksi yang memberikan kesaksian.

Kesimpulan
Berdasarkan hadits di atas, kesaksian di dalam masalah melihat hilal untuk menentukan awal Ramadhan dan 1 Syawal, minimal harus dilakukan oleh dua orang Saksi.


Sumber Rujukan
  1. Shahih Bukhari
  2. Shahih Muslim
  3. Ibanah al-Ahkam

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar